Pembahasan Rinci Jumlah, Kalangan, Bahasa, Budaya Suku Sunda Serta Penjelasannya

Posted on 578 views

Pembahasan Rinci Detail Jumlah, Kalangan, Bahasa, Budaya Suku Sunda Serta Penjelasannya – Suku bangsa Sunda ini biasa juga disebut sebagai orang Priangan. Warga ini mendiami sebagian besar daerah Provinsi Jawa Barat, mulai dari kota- kota besar seperti Bandung, Bogor, Sukabumi, Tasikmalaya, hingga ke desa- desa. 

Pembahasan Rinci Jumlah, Kalangan, Bahasa, Budaya Suku Sunda Serta Penjelasannya
Macan Siliwangi Dan Kujang Suku Sunda
 

Pola perkampungann suku sunda mengelompok padat serta terdiri dari beberapa rumah yang masing- masing juga mengelompok. 

Kelompok- kelompok rumah dalam suatu kampung suku sunda disebut babakan. Nantinya beberapa kampung dengan batas- batas historis tertentu membentuk kesatuan desa. Jumlah populasi suku bangsa Sunda pada masa saat ini 36.701.570 Jiwa, Jumlah ini setara dengan 15,50% Penduduk Indonesia.

Bahasa Suku Sunda

Bahasa Sunda Ini memiliki tingkatan bahasa lagi, yakni Bahasa Lemes ( bahasa halus) yang bisa ditemui di wilayah Kabupaten Ciamis, Tasikmalaya, Garut, Bandung, Sumedang, Sukabumi serta Cianjur, Bahasa Sedang (halus namun agak kasar)  yang bisa ditemui di wilayah tepi laut utara Banten, Karawang, Cirebon, serta Bogor. 

Setelah itu Bahasa Kasar, yang dipisah lagi jadi Dua Yaitu Cohag( kasar) serta Cohag Pisan( kasar sekali).

Mata Pencaharian Suku Sunda

Mata pencaharian utama warga Sunda hampir 90% merupakan bercocok tanam baik di sawah maupun diladang. Tumbuhan pokoknya merupakan padi yang ditanam di peswahan, selain padi mereka juga suka bertanam sayuran, disamping tumbuhan ekspor, semacam teh, karet, kina, tebu, kelapa sawit, 

tak hanya itu warga sunda terdapat pula yang usaha dibidang peternakan serta perikanan kolam, kerajinan tangan, anyam- anyaman, kerajinan tembikar serta sebagainya. 

Artikel Terkait : 

Namun Kini Seiring Kemajuannya di bidang pembelajaran/Pedidikan sehingga banyak pula orang Sunda yang bekerja sebagai pamong, pendidik, eksekutif, pedagang besar, pengusaha serta lain- lain.

Warga Suku Sunda

Prinsip garis generasi ataupun ikatan kekerabatan orang Sunda merupakan bilateral. Keluarga inti mendapatkan kekuatan sosial dalam kesatuannya dengan keluarga jauh yang mereka sebut kalangan. Sebagian warga ini juga memahami kekerabatan yang ambilineal karna cuma mencakup saudara dekat, akan tetapi tetap berorientasi kepada kakek Nenek moyang, sistem ini disebut bondoroyot.

Pemimpin resmi warga Sunda telah cukup lama mengikuti sistem birokrasi maju. Kepemimpinan resmi berentetan dari provinsi, wilayah jenjang 2 kecamatan, desa hingga ke kampung- kampung. Pamong desa terdiri dari Kepala Desa, Juru Tulis, Polisi Desa, Ulu- ulu, Amil, Kepala Kampung serta Pimpinan Rukun Tetangga. 

Pemimpin informal yang ada barangkali sisa dari bentuk kepemimpinan tradisional yang saat ini masih lumayan disegani di daerah- daerah tertentu, semacam para pemuka agama, amil kolot, gangirang, sesepuh serta lain- lain.

Sistem pelapisan sosial dalam kehidupan warga Sunda yang masih ada rata- rata menurut generasi. Ada yang disebut kalangan menak, yakni kalangan bangsawan yang biasanya berasal dari generasi pejabat pemerintahan belanda dahulu, mereka umumnya mengenakan gelar Raden. 

Kemudian yakni kalangan rakyat biasa yang diucap Cacah ataupun Somah. Bersumber pada harta kekayaan dalam pelapisan sosial ini pula ada yang disebut kalangan jelema beunghar ataupun jelegut( orang kaya) serta melarat. Orang- orang kaya yang mempunyai tanah luas umumnya diucap nu boga tanah( pemilik tanah) serta yang tidak memiliki tanah garapan diucap nu gagarap( penggarap).

Kesenian Suku Sunda

Kesenian Sunda memang banyak yang dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa, namun kesenian asli warga ini pula banyak ditemui, seperti wawacan( seni tradisi lisan agama Islam) serta beluk( seni suara buat membawakan wawacan). Pementasan Wayang golek.

Suku Sunda memanglah dipengaruhi oleh kebudayaan Jawa Mataram, akan tetapi telah berkembang sehingga menjadi citarasa orang Sunda. Serta banyak lagi kesenian tradisional Sunda yang lumayan populer serta sudah dikembangkan kembali.

Agama Serta Keyakinan Suku Sunda

Sebagian besar orang Sunda memeluk agama Islam. Namun saat ini terdapat pula yang beragama Katolik dsb. Meski begitu dalam kehidupan sehari- hari ,sisa- sisa kepercayaan dari kakek moyang masih terlihat, misalnya saja dengan pengadaan upacara sesajen kepada arwah keruhun( leluhur) buat memohon berkah saat sebelum melangsungkan pekerjaan- pekerjaan penting. 

Tidak hanya itu masih banyak yang yakin kepada kekuatan gaib dukun serta tukang teluh buat membuat pelet, guna- guna, asihan, susuk, serta sebagainya. 

Mohon dikoreksi bila terdapat kesalahan ya.

Nah itulah pembahasan rinci mengenai suku sunda, semoga menambah ilmu dan wawasan kalian ya, terutama anak anak sekarang.

Pencarian yang banyak dicari:
  • Suku Sunda keturunan bangsa apa?
  • Apa saja ciri khas suku Sunda?
  • Sunda termasuk suku apa?
  • Budaya Suku Sunda apa?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *